Sudah 1 tahun 8 bulan sejak saya lulus dari kampus gajah itu. 20 bulan juga lamanya waktu yang telah saya jalani di perusahaan tempat saya bekerja sekarang. Ruang dinamis baru, tempat belajar, berkontribusi, dan (mungkin) memberi manfaat untuk orang lain.
Tapi ibarat orang putus cinta, dua puluh bulan mungkin belum cukup untuk membuat berpaling. seindah apa pun dunia yang dijalani dengan pasangan yang baru, pasti ada sedikit perasaan ingin kembali, selalu ada kenangan yang terlintas dan ingin dijalani lagi.
Itu mungkin yang masih saya rasakan ke kota yang satu ini, padatnya aktivitas kantor kadang malah membuat selalu dan selalu ingin berkunjung lagi. Kalau penat, bayang-bayang warung tenda bebek boromeus, kumpul di ngopi doeloe, kulineran di daerah progo, ngobrol ngasal di roemah kopi, atau cuma ngalor ngidul di selasar labtek pasti jadi sesuatu yang saya kangeni.
Bersyukur pernah dikasih kesempatan untuk menetap di kota ini. Kota yang membuat saya harus negosiasi alot dengan orang tua karena mereka ingin saya ambil kedokteran UI. Kota yang segala keasikannya pernah membuat saya dan sang partner putus-nyambung berkali-kali, kota yang memiliki kampus yang katanya bernama besar namun berukuran mini, kota yang isinya penuh dengan orang-orang ramah, dan kota yang membuat saya bertemu dengan berbagai macam sahabat baru.
Bandung, tunggu ya.. saya akan balik buat nepatin janji dan mengukir mimpi.



