Au revoir!

Sudah 1 tahun 8 bulan sejak saya lulus dari kampus gajah itu. 20 bulan juga lamanya waktu yang telah saya jalani di perusahaan tempat saya bekerja sekarang. Ruang dinamis baru, tempat belajar, berkontribusi, dan (mungkin) memberi manfaat untuk orang lain.

Tapi ibarat orang putus cinta, dua puluh bulan mungkin belum cukup untuk membuat berpaling. seindah apa pun dunia yang dijalani dengan pasangan yang baru, pasti ada sedikit perasaan ingin kembali, selalu ada kenangan yang terlintas dan ingin dijalani lagi.

Itu mungkin yang masih saya rasakan ke kota yang satu ini, padatnya aktivitas kantor kadang malah membuat selalu dan selalu ingin berkunjung lagi. Kalau penat, bayang-bayang warung tenda bebek boromeus, kumpul di ngopi doeloe, kulineran di daerah progo, ngobrol ngasal di roemah kopi, atau cuma ngalor ngidul di selasar labtek pasti jadi sesuatu yang saya kangeni.

Bersyukur pernah dikasih kesempatan untuk menetap di kota ini. Kota yang membuat saya harus negosiasi alot dengan orang tua karena mereka ingin saya ambil kedokteran UI. Kota yang segala keasikannya pernah membuat saya dan sang partner putus-nyambung berkali-kali, kota yang memiliki kampus yang katanya bernama besar namun berukuran mini, kota yang isinya penuh dengan orang-orang ramah, dan kota yang membuat saya bertemu dengan berbagai macam sahabat baru.

Bandung, tunggu ya.. saya akan balik buat nepatin janji dan mengukir mimpi. :)

Taken from irawanrentacar.blogspot.com

Taken from irawanrentacar.blogspot.com

Mendapatkan Visa Schengen untuk Jalan-Jalan

Untuk melakukan perjalanan ke negara-negara Eropa, salah satu syarat terpenting tentunya ialah memiliki visa perjalanan. 25 negara yang ada di Eropa saat ini sudah tergabung ke Visa Schengen. Jadi sekali apply, kita bisa pergi ke negara-negara tersebut tanpa harus mengjukan permohonan visa ke masing-masing kedutaan negara yang akan dituju. Untuk informasi lengkap negara mana saja yang tergabung ke Visa Schengen ini dapat dilihat di sini.

Sesuai janji di postingan sebelumnya, berikut saya share langkah-langkah dan tips yang saya lakukan untuk mendapatkan Visa Schengen:

Bagaimana memilih kedutaan tempat mengurus Visa Schengen?

Untuk teman-teman yang akan melakukan perjalanan ke berbagai negara, disarankan untuk mengajukan visa ke kedutaan negara dimana kalian akan stay paling lama atau negara yang menjadi tujuan pertama dari Indonesia. Gosip dengar gosip, Continue reading

Mengenal Sisi Lain si Kota Hujan

Kota Bogor menjadi salah satu tujuan wisata singkat bagi para penduduk ibukota. Letaknya yang terjangkau, sekitar 30-60 menit dari pusat Jakarta, serta kemudahan akses melalui jalan tol jagorawi membuat kota kelahiran saya ini dipadati mobil ber-plat B khususnya saat weekend.

Objek wisata andalan utama apalagi kalau bukan puncak. Bisa dipastikan setiap akhir minggu, macet pasti menu utama bagi pelancong yang ingin menuju kesini. Taman Safari, Kebun Teh Gunung Mas, atau Puncak Pass merupakan beberapa andalan wisata utama di daerah dingin sana. Namun jika mulai Bosan dengan daerah puncak, kita juga orang-orang biasanya memilih untuk berkeliling di sekitar pusat kota. Sebut saja Kebun Raya Bogor, The Jungle Water Park, Katulampa, atau “shopping center” seperti Tajur dan Pajajaran pasti ramai dipadati hampir setiap akhir pekan.

IMG_20121230_130850

Pemandangan setiap weekend di tol Jagorawi: arah datang (kanan) akan mulai berekor sedangkan arah keluar (kiri) kosong melompong

Minggu lalu saya dan partner ingin mencoba mengenal lebih dalam kota kelahiran kami. Mungkin Continue reading

Memenangkan Hati

Saya baru saja selesai membaca salah satu buku Dale Carnegie yang berjudul: How to Win Friends and Influence People in Digital Age. Seperti buku-buku lainnya, karya Carnegie yang satu ini merupakan sumber yang menarik untuk berkontemplasi.

Dalam buku ini dibahas beberapa aspek yang perlu diperhatikan untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain. Dalam berinteraksi, kita kadang kurang sadar diri ketika hal-hal yang kita lakukan ternyata kurang mengenakkan untuk orang lain, atau mungkin interaksi yang kita lakukan malah menjauhkan kita dari esensi interaksi itu sendiri. Egosentris yang memang merupakan sifat bawaan manusia, membuat kita sering memposisikan diri di urutan pertama sebelum menimbang kepentingan orang lain.

Disini saya ingin mengulas dua poin yang menurut saya cukup menarik pada buku ini: Menyimak Lebih dan Menghindari Argumen.

Menyimak Lebih Lama..

Coba kita cek: saat kita sedang berkumpul bersama teman, Continue reading

Jaga Kolesterol Sejak Dini

Beberapa minggu yang lalu, saya mengikuti program medical check-up yang diadakan oleh kantor. Seluruh badan diperiksa mulai dari kondisi jantung, paru-paru, hati, sampai indera. Alhamdulillah hasilnya semua baik. Bahkan dokter memuji saya karena kadar oksigen di dalam darah sangat berlimpah. Ya itulah untungnya punya badan menggembung, dok.. (Oke gak nyambung..)

Namun, ada satu hal yang membuat saya cukup terkejut Continue reading

Make Your Gadget as Your Travel Guide

Halo halo :)

Jalan-jalan. Hayo siapa yang gak suka jalan-jalan? Mayoritas dari kita suka, bukan? Berkunjung ke tempat baru, melihat objek-objek andalan dan menikmati keindahan alam. Although someone said that traveling is not just about the destination: it’s the about experience and moment together, gak ada salahnya kalau kita bisa mengenal lebih jauh tempat yang kita tuju. Selain terkesan kurang cool, nyasar atau buta tujuan tentunya hanya membuang waktu. Apalagi jika tujuan yang akan kita datangi benar-benar asing dan baru, keberadaan Guide pasti akan sangat membantu.

Namun bagi para budget traveler, menyewa tour guide tentunya menempati posisi bawah dalam skala prioritas. Mungkin lebih asik dan menantang untuk menyusun itinerary sendiri, menjadi pemandu bagi diri kita pribadi, dan tentunya dengan bantuan gadget yang kita miliki.

Sesuai postingan saya tentang Euro trip yang lalu, di sini saya ingin berbagi mengenai aplikasi-aplikasi Ipad yang sangat membantu perjalanan saya waktu itu.

1. CityMaps2Go

It’s a really recommended application! CityMaps2Go menyediakan offline map dengan dilengkapi oleh sistem GPS. Kita bisa mencari tempat tujuan dan mengetahui dimana posisi kita sekarang tanpa perlu terhubung ke internet.

Sadly speaking, aplikasi ini gak gratis. Untuk download aplikasi kita perlu bayar sekitar $1.99. Nah, setelah aplikasi terpasang, baru kita bebas memilih dan mengunduh map tiap kota tanpa dipungut biaya tambahan(pas download harus terkoneksi ke internet dulu ya). Continue reading

Akankah Selalu ada Tempat untuk Sebuah Kenangan?

Reunion [ree-yoon-yuhn]

a gathering of relatives, friends, or associates at regular intervals or after separation.

Juli. Setahun sudah saya resmi menyandang gelar sarjana. Dua belas bulan pun berlalu sejak saya berpisah dengan teman-teman seperjuangan kuliah. Kangen, iya. Rindu, pasti. Apalagi di masa-masa awal berpisah. Orang-orang yang dulu kita temui setiap hari, berbagi canda di satu kampus, bergadang bersama untuk menyelesaikan tugas besar kuliah, kemudian terpisah untuk menempuh babak hidup selanjutnya masing-masing.

Setelah lulus, Alhamdulillah silaturahmi tidak terputus. Kami masih berkomunikasi via grup facebook, merencanakan pergi bersama, atau sekedar berkumpul ketika ada teman lain yang diwisuda. Buat saya pribadi, senang rasanya kalau ada kesempatan untuk berkumpul lagi. Apalagi kalau ada yang main-main dan menginap di tempat saya di Bogor atau cuma sekedar ngajak jalan atau makan selepas jam kantor. :)

Beberapa potongan short-reunion yang saya lakukan dengan teman-teman informatika 2007 selepas lulus: Continue reading