Waktu yang Tepat

Kapan Waktu yang tepat untuk Menikah?

Jawaban saya: ketika kita sudah siap.

Kapan kita dikatakan siap untuk Menikah?

Jawaban saya: tidak akan pernah siap.

Ya, menurut saya pernikahan itu merupakan keputusan seumur hidup yang harus dipertanggungjawabkan. Jadi kalau ditanya apakah kita sudah siap menikah? pasti jawabannya selalu belum. Tapi seiring berjalannya waktu, saya yakin bahwa ada satu masa dimana kita bisa merasakan bahwa kita sudah lebih siap, atau jauh lebih siap dari sebelumnya.

Hal ini yang dirasakan ketika akhirnya di tahun ini saya dan Aldo memutuskan untuk bilang ke orang tua bahwa kami sudah siap menikah. Flashback 3 tahun lalu, Aldo pernah cerita soal saran ayahnya untuk segera menikah di tahun 2011, jujur pada waktu itu saya takut sendiri. Gila aja umur saya masih 22 saat itu, gak kebayang yang namanya ngurus rumah, apalagi ngurus anak ((anak!)). Masih baru lulus dan belum punya apa-apa. Gaji bulanan masih sering habis karena gaya hidup di Jakarta. Masih ingin jalan kesana-kesini nikmatin hasil yang didapat dengan keringat sendiri. Kesimpulannya pada saat itu, saya tidak siap untuk menikah dan mungkin tidak akan pernah siap.  Continue reading

Selamat Tahun Baru 2014

So, I just wrote 6 posts for this whole year?? 😆 maafkan atas ke-tidak-produktif-an si empunya blog ini. Will do better next year, promise!

SELAMAT TAHUN BARU 2014 TEMAN-TEMAAAAAN….. 🙂 🙂 🙂

 

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 57,000 times in 2013. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 21 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

The Design Journey – Bagian Kecil di Singapura

Singapura.

Sepertinya negara ini telah menjadi tujuan melancong favorit bagi para warga Indonesia. Bukan, bukan karena Singapura merupakan negara terindah di dunia, melainkan letaknya yang dekat dengan negara kita, banyak budget flight untuk menuju kesana yang bahkan jauh lebih murah dari penerbangan ke tujuan wisata domestik lain. Selain itu kenyataan bahwa memang cukup banyak objek wisata (yang terawat tentunya) dan belanja yang mampu memanjakan mata dan perut (serta menguras isi dompet 😆 ).

Ketika kali ke-4 saya main ke negara tetangga ini, si Saya yang memang gak hobi-hobi banget belanja pun akhirnya mati gaya mau kemana. Bosan dengan tujuan belanja atau sekedar cari makanan enak (btw, saya ngefans banget sama eskrim potong Orchard :9) akhirnya bersama seorang teman kami memutuskan untuk mencoba tempat-tempat yang belum pernah kami datangi sebelumnya. Salah satu tempat yang kita datangi ialah The Design Journey.

The Design Journey merupakan sebuah komplek gallery, toko, museum, maupun cafe yang terletak di daerah Tanjong Pagar. Disini kita bisa seharian berkeliling-keliling untuk menikmati apa yang tercantum dalam slogan mereka: The Design Journey – a comprehensive where to go, what to do guide to good designs and in interesting places in the vicinity. Di dalam komplek TDJ ini ada 18 tempat-tempat menarik yang patut dikunjungi. Di sini saya akan membahas dua tempat yang paling menarik versi saya. 😀

Red Dot Design Museum

IMG_4145

Pertama, saya mampir ke Red Dot Design Museum. Pertama kali dengar, saya kira ini semacam red-light district hahaha.. tapi ternyata bukan. Red Dot Design Museum merupakan museum desain kontemporer terbesar di Asia. Buat saya yang awam seni, masuk sini ya semua terlihat bagus jadinya :lol:. Continue reading

What would you do if you were just a crop-duster plane?

Well, It’s a “hardly ever” for me to do some review after I watched a good film, as well as post it in English like this one. but let me try. 😆

I will start with my most favorite quote from the movie: “I’m just trying to prove, maybe, just maybe I can do more than what I was built for”. It was said by Dusty Crophopper, the main character of a Movie titled Planes. Once, Dusty was just a crop-duster planes who responsible on keeping the field out of pests. He had a big dream to have a race against racing planes. Well, it didn’t sound too silly, he’s still at least a plane after all, he wasn’t as slow as a snail as well, but still.. it was hard to get him on the same level as the racing plane.

Planes by Disney, 2013.

But there he was, determined. He refined his skill and power, luckily got a chance to take part on the race, blessed with support from his best friends, and also met some bad guys who played dirty and sabotaged him. He has been up and down, ever been on the first place but not as much as him on the last rank, but finally he proved his determination like a boss: to do more than what he was built for..

I know that the idea of someone dreaming of doing something greater than he/she ought to be isn’t a new one in the movie world. But I think this movie has successfully visualized the point. I love the character Dusty the most, he was full of spirit but didn’t forget to make true friends in the journey by his unselfish act and genuine care for his fellow planes.

Isn’t it something that God tells us to be?

Continue reading

Si Otong Makan Lontong

Suatu pagi di gerbong wanita Commuter Line Bogor-Jakarta, saya mendenger percakapan antara seorang Mas-Mas berbadan kekar (M) dan petugas penjaga gerbong (P).

P: “Mas, maaf mohon pindah karena ini gerbong khusus wanita”
M: “Apanya yang khusus wanita..? lah elu sendiri, ngapain disini?”
*orang-orang mulai menoleh*
P: “Saya lagi bertugas disini, mas”
M: “Elu petugas baru ya?”
P: “Iya, mas..”
*semua fokus memperhatikan*
M: “Lu jangan berani-berani sama gue ya! Elu gatau ya kalo gue udah bertaun-taun jadi anak kereta.. jangan belagu lu anak baru!”
*lalu gw pura-pura tuli*

ckckck.. Otong.. Otong.. kebanyakan makan lontong ya lu..

Melihat “Keindahan Lain” dari Pattaya

Awal Maret lalu, saya dan seorang teman kantor dari China berniat impulsif pergi ke Pattaya setelah training kami di Bangkok selesai. Berikut saya share sedikit referensi untuk teman-teman yang ingin melakukan perjalanan sehari ke Pattaya.

Apa yang Menarik di Pattaya?

Surga Belanja dan berbagai Pantai Menawan, merupakan alasan mengapa Thailand menjadi destinasi favorit di ASEAN bagi para pelancong dari seluruh dunia. Selain itu, ada satu hal lagi yang menjadi daya tarik utama: Lady Boy, pria-pria yang menjadikan dirinya cantik sedemikian rupa sehingga sukses membuat para wanita melipir ke pinggir saking mindernya :lol:.

Konon sejak tahun 1970-an, di Thailand para transgender cantik ini mulai menunjukkan kebolehannya di depan umum dalam bentuk cabaret show. Ada dua pertunjukan kabaret yang terkenal di Pattaya: Tiffany Show dan Alcazar Show. Karena penasaran dengan para Lady Boy inilah saya bela-belain “tektok” satu hari dari Bangkok ke Pattaya untuk melihat salah satu cabaret show yang terkenal di sana. Continue reading

Au revoir!

Sudah 1 tahun 8 bulan sejak saya lulus dari kampus gajah itu. 20 bulan juga lamanya waktu yang telah saya jalani di perusahaan tempat saya bekerja sekarang. Ruang dinamis baru, tempat belajar, berkontribusi, dan (mungkin) memberi manfaat untuk orang lain.

Tapi ibarat orang putus cinta, dua puluh bulan mungkin belum cukup untuk membuat berpaling. seindah apa pun dunia yang dijalani dengan pasangan yang baru, pasti ada sedikit perasaan ingin kembali, selalu ada kenangan yang terlintas dan ingin dijalani lagi.

Itu mungkin yang masih saya rasakan ke kota yang satu ini, padatnya aktivitas kantor kadang malah membuat selalu dan selalu ingin berkunjung lagi. Kalau penat, bayang-bayang warung tenda bebek boromeus, kumpul di ngopi doeloe, kulineran di daerah progo, ngobrol ngasal di roemah kopi, atau cuma ngalor ngidul di selasar labtek pasti jadi sesuatu yang saya kangeni.

Bersyukur pernah dikasih kesempatan untuk menetap di kota ini. Kota yang membuat saya harus negosiasi alot dengan orang tua karena mereka ingin saya ambil kedokteran UI. Kota yang segala keasikannya pernah membuat saya dan sang partner putus-nyambung berkali-kali, kota yang memiliki kampus yang katanya bernama besar namun berukuran mini, kota yang isinya penuh dengan orang-orang ramah, dan kota yang membuat saya bertemu dengan berbagai macam sahabat baru.

Bandung, tunggu ya.. saya akan balik buat nepatin janji dan mengukir mimpi. 🙂

Taken from irawanrentacar.blogspot.com

Taken from irawanrentacar.blogspot.com