November Ceria

November 2015. 9 bulan berlalu sejak update blog yang terakhir *blush*. Alhamdulillah, so many updates since then that has made my life more colorful each day.  Three of my favorites are:

1. Kebersamaan

Alhamdulillah acara akad dan resepsi pernikahan kami berjalan dengan lancar tanggal 11 April 2015 lalu. 6 Bulan menjalani hidup rumah tangga yang super seru bersama sang suami. Kalau orang bilang, walau udah pacaran bertahun-tahun biasanya kalau abis married baru ketauan tuh belang-belangnya. But I don’t think so, he’s still the one that I know since many many years ago. Malah entah kenapa abis nikah itu malah tambah-tambah sayangnya. 🙂

Btw, punya hutang untuk tulis vendor review, sudah didraft sejak berbulan lalu, tapi belum beres-beres. 😆

Big DY

Glance of our wedding day

 

2. Keajaiban

Kapan-kapan saya akan ceritakan kenapa section ini saya namakan keajaiban. Singkat cerita, we’re expecting now. Si baby utun di dalam saat ini sudah menginjak 5 bulan. Mohon doanya ya 🙂

A bundle of happiness

A bundle of happiness

 

3. Kesempatan

One of big decision that I took on my birthday last 2 months: Resigning from my previous company, IBM. Perusahaan pertama sejak lulus kuliah, perusahaan yang isinya orang-orang baik semua. Perusahaan yang udah kasih banyak sekali pengalaman dan kenangan *lalu jadi mellow*. I’m moving from Big Blue to Flying Blue. 😆

IMG_1940

Update segitu dulu ah supaya saya gak procrastinate untuk cerita panjang di weekend ini. 😆

Advertisements

Book Review: Love & Misadventure by Lang Leav

FullSizeRender

All or Nothing

If you love me
for what you see,
only for your eyes would be
in love with me.

If you love me
for what you’ve heard
then you would love me
for my words.

If you love
my heart and mind
then you would love me
for all that I’m.

But if you don’t love
my every flaw,
then you mustn’t love me–
not at all.

Sejak lulus dari kuliah, dunia terasa berjalan begitu cepat. Ketika matahari hanya terasa mampir setiap harinya. Tahun baru berlari cepat menuju tahun berikutnya. Milestone kehidupan yang menggeliat dan berontak untuk cepat dipenuhi karena tersusul oleh usia.

Seseorang memperkenalkan gw ke buku ini, bukan tipe buku yang biasa gw beli karena setiap halamannya hanya berisi beberapa kata saja. Tapi ternyata buku ini mampu menyihir gw dengan berlama-lama menatap tiap halamannya. Mencoba untuk menikmati setiap kata. Belajar untuk tidak tergesa mencapai bagian akhir untuk mengetahui akhir dari cerita.

Buku yang berhasil membuat gw bisa belajar menikmati setiap halaman dan isinya.

Sekarang saatnya gw balik mencoba menikmati setiap sisi dari buku hidup gw sendiri. Jangan sampai tergesa dan akhirnya lupa.

You had better slow down
don’t dance so fast
time is short
and the music won’t last

Waktu yang Tepat

Kapan Waktu yang tepat untuk Menikah?

Jawaban saya: ketika kita sudah siap.

Kapan kita dikatakan siap untuk Menikah?

Jawaban saya: tidak akan pernah siap.

Ya, menurut saya pernikahan itu merupakan keputusan seumur hidup yang harus dipertanggungjawabkan. Jadi kalau ditanya apakah kita sudah siap menikah? pasti jawabannya selalu belum. Tapi seiring berjalannya waktu, saya yakin bahwa ada satu masa dimana kita bisa merasakan bahwa kita sudah lebih siap, atau jauh lebih siap dari sebelumnya.

Hal ini yang dirasakan ketika akhirnya di tahun ini saya dan Aldo memutuskan untuk bilang ke orang tua bahwa kami sudah siap menikah. Flashback 3 tahun lalu, Aldo pernah cerita soal saran ayahnya untuk segera menikah di tahun 2011, jujur pada waktu itu saya takut sendiri. Gila aja umur saya masih 22 saat itu, gak kebayang yang namanya ngurus rumah, apalagi ngurus anak ((anak!)). Masih baru lulus dan belum punya apa-apa. Gaji bulanan masih sering habis karena gaya hidup di Jakarta. Masih ingin jalan kesana-kesini nikmatin hasil yang didapat dengan keringat sendiri. Kesimpulannya pada saat itu, saya tidak siap untuk menikah dan mungkin tidak akan pernah siap.  Continue reading

Si Otong Makan Lontong

Suatu pagi di gerbong wanita Commuter Line Bogor-Jakarta, saya mendenger percakapan antara seorang Mas-Mas berbadan kekar (M) dan petugas penjaga gerbong (P).

P: “Mas, maaf mohon pindah karena ini gerbong khusus wanita”
M: “Apanya yang khusus wanita..? lah elu sendiri, ngapain disini?”
*orang-orang mulai menoleh*
P: “Saya lagi bertugas disini, mas”
M: “Elu petugas baru ya?”
P: “Iya, mas..”
*semua fokus memperhatikan*
M: “Lu jangan berani-berani sama gue ya! Elu gatau ya kalo gue udah bertaun-taun jadi anak kereta.. jangan belagu lu anak baru!”
*lalu gw pura-pura tuli*

ckckck.. Otong.. Otong.. kebanyakan makan lontong ya lu..

Au revoir!

Sudah 1 tahun 8 bulan sejak saya lulus dari kampus gajah itu. 20 bulan juga lamanya waktu yang telah saya jalani di perusahaan tempat saya bekerja sekarang. Ruang dinamis baru, tempat belajar, berkontribusi, dan (mungkin) memberi manfaat untuk orang lain.

Tapi ibarat orang putus cinta, dua puluh bulan mungkin belum cukup untuk membuat berpaling. seindah apa pun dunia yang dijalani dengan pasangan yang baru, pasti ada sedikit perasaan ingin kembali, selalu ada kenangan yang terlintas dan ingin dijalani lagi.

Itu mungkin yang masih saya rasakan ke kota yang satu ini, padatnya aktivitas kantor kadang malah membuat selalu dan selalu ingin berkunjung lagi. Kalau penat, bayang-bayang warung tenda bebek boromeus, kumpul di ngopi doeloe, kulineran di daerah progo, ngobrol ngasal di roemah kopi, atau cuma ngalor ngidul di selasar labtek pasti jadi sesuatu yang saya kangeni.

Bersyukur pernah dikasih kesempatan untuk menetap di kota ini. Kota yang membuat saya harus negosiasi alot dengan orang tua karena mereka ingin saya ambil kedokteran UI. Kota yang segala keasikannya pernah membuat saya dan sang partner putus-nyambung berkali-kali, kota yang memiliki kampus yang katanya bernama besar namun berukuran mini, kota yang isinya penuh dengan orang-orang ramah, dan kota yang membuat saya bertemu dengan berbagai macam sahabat baru.

Bandung, tunggu ya.. saya akan balik buat nepatin janji dan mengukir mimpi. 🙂

Taken from irawanrentacar.blogspot.com

Taken from irawanrentacar.blogspot.com

Akankah Selalu ada Tempat untuk Sebuah Kenangan?

Reunion [ree-yoon-yuhn]

a gathering of relatives, friends, or associates at regular intervals or after separation.

Juli. Setahun sudah saya resmi menyandang gelar sarjana. Dua belas bulan pun berlalu sejak saya berpisah dengan teman-teman seperjuangan kuliah. Kangen, iya. Rindu, pasti. Apalagi di masa-masa awal berpisah. Orang-orang yang dulu kita temui setiap hari, berbagi canda di satu kampus, bergadang bersama untuk menyelesaikan tugas besar kuliah, kemudian terpisah untuk menempuh babak hidup selanjutnya masing-masing.

Setelah lulus, Alhamdulillah silaturahmi tidak terputus. Kami masih berkomunikasi via grup facebook, merencanakan pergi bersama, atau sekedar berkumpul ketika ada teman lain yang diwisuda. Buat saya pribadi, senang rasanya kalau ada kesempatan untuk berkumpul lagi. Apalagi kalau ada yang main-main dan menginap di tempat saya di Bogor atau cuma sekedar ngajak jalan atau makan selepas jam kantor. 🙂

Beberapa potongan short-reunion yang saya lakukan dengan teman-teman informatika 2007 selepas lulus: Continue reading

Hello July!

Selamat datang semua di Bulan Juli!

Bulan pertama di tengah tahun 2012. Tak terasa ya tahun ini sudah berjalan setengahnya. Sudah pulakah 50% dari resolusi kita tercapai?

Untuk mencapai salah satu resolusi iseng-iseng saya, kemarin saya upgrade wordpress dengan bikin domain baru di sini. Gak.. saya gak berencana pindah kok. Masih asyik untuk bersampah-sampah ria di ceritagajahkecil. Tapi niatnya, blog yang baru itu nantinya akan jadi tempat untuk postingan-postingan yang lebih “serius”. 😆

Namanya juga niat. padahal blog yang ini aja jarang diupdate. :p Well, let’s see then.

di-launching hari ini blognya supaya pas dengan setahunan saya kerja (1 Juli 2011 – 1 Juli 2012) *halah*