Get Well Soon, dear Nini..

dari dua hari mata kanan saya kedutan terus, saya bingung gak tau penyebabnya, sampai akhirnya iseng googling “mata kedutan” dengan hasil paling atas ialah situs primbon dengan tulisan:

mata kanan berkedut tandanya akan mendengar berita menyedihkan

mmm.. gak percaya. soalnya kalo dulu kata mama, mata kedutan sebelah kanan tandanya mau dapet rejeki (ngarep :P).akhirnya saya cuek aja. toh sampai kemarin tidak ada apa-apa.

Tapi kemudian hari ini saya merasa gak tenang di kantor, bawaannya ingin cepat pulang. akhirnya saya memutuskan untuk pulang ekstra cepat. kebetulan atau tidak, primbon seperti membuktikan diri, sampai di Bogor mama kirim sms yang bunyinya:

kamu pulang ke rumah mbah dulu ya, nini lagi koma mau dibawa ke rumah sakit

jegeer! langsung lemes dengernya. nini ini bukan nenek kandung saya, tapi dia udah ikut keluarga dan ikut ngasuh dari mulai mama saya masih anak-anak, sampai akhirnya saya lahir, dan dia terus ikut keluarga saya sampai saya kuliah sebelum akhirnya pindah ke tempat nenek/mbah untuk nemenin mbah yang sekarang sering sendiran di rumahnya.

Di lain sisi, kejadian ini membuat saya merenungi beberapa hal..

Bahwa tetangga itu penting..
Nenek tinggal di daerah yang masih bisa dibilang rapat penduduk. Namun di rumah nenek tadi lagi sepi. om dan tante lagi belum berdatangan sehingga di rumah semuanya perempuan. Saat ambulans datang, ternyata cuma ada supirnya satu orang. Kita sempat kebingungan gimana caranya ngangkat nini yang badannya terbilang sangat berat..

Namun ternyata, saat petugas membawa alat tandunya, tetangga kanan-kiri melihat dan mengikuti. Mereka sebelumnya gak tahu apa-apa, namun kemudian tanpa diminta ikutan masuk ke rumah dan bantuin menggotong semua.

Coba kalau hal serupa terjadi di komplek rumah saya yang layaknya komplek-komplek lain jaman sekarang, individualistis. Akankah para tetangga sepeduli itu? entah.. namun semoga saja..

Tabungan sakit itu penting..
Tadi pertama kali saya ikut mengurus administrasi ini dan itu keluarga yang sakit. selain cukup ribet, pas saya nemenin mama ke pendaftaran rawat inap akhirnya saya melihat daftar harga kamar rawat.

masya Allah mahal-mahal sekali..” pikiran pertama yang melintas saat itu. Bahkan di sebelah saya ada yang sedang menelepon sambil menangis bercerita bahwa suaminya harus dirawat, kelas yang paling rendah harganya sudah penuh, dan dia kebingungan karena gak punya uang untuk ambil kamar yang masih tersisa 😦

Harus nih, harus! gw harus punya dana darurat mulai dari sekarang” batin saya saat itu. Ya, saya harus punya dana darurat. baik untuk mendukung saya ketika ada apa-apa, atau keluarga saya nantinya.

Saya jadi ingat tweet saya beberapa hari lalu saat akhirnya polis asuransi saya disetujui. beberapa teman reply yang kurang lebih isinya begini:

kalau belum punya tanggungan, ngapain daftar asuransi jiwa?

loh? emang salah ya? ya saya memang belum punya anak atau suami. tapi saya merasa sudah cukup dewasa, saya harus belajar bertanggung jawab. dan tanggung jawab saya, tanggungan saya saat ini, ya diri saya sendiri.

Siapa yang bisa menjamin tidak akan ada apa-apa di kemudian hari? Apa karena umur saya masih diawal 20-an kemudian terjamin bahwa saya akan sehat walafiat sampai akhirnya masa tua tiba? Bagaimana kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan? Dan kalau (amit-amit ya Tuhan..) saya kenapa-kenapa, apakah saya masih tetap harus bergantung pada dana atau asuransi orang tua 100%?

Padahal dari segi umur, bukankah orang tua kita lebih membutuhkan dana darurat yang lebih banyak? Akankah lebih baik kita bisa membantu memperbesar dan darurat mereka dengan tidak membebankan dana yang harusnya menjadi tanggung jawab kita sendiri ke mereka?

Ya. saya gak pintar deh soal finansial-finansial ginian. langkah-langkah awal ini diambil cuma dari sekedar pemahaman, konsultasi ke beberapa pihak, dan logika sedikit saja. tapi gak ada salahnya kan ya untuk belajar mulai memikirkan ha-hal demikian?

dan kemudian isi postingan melantur dari judul.. hihihi..

Kembali ke Nini, saat ini Ia masih di ruang ICU. tingginya tekanan darah bikin beliau gak sadarkan diri sampai sekarang. Dokter bilang sih masih besar harapan untuk sembuh kok. Semoga nini selalu diberikan yang terbaik. Tuhan pasti tahu.

i love you Nini..

 

Advertisements

6 thoughts on “Get Well Soon, dear Nini..

    • betul om..
      sehat itu sebenernya murah, tapi kalau sudah hilang jadi super mahal untuk mendapatkannya kembali.
      Kalau dicerita aku kan memang wajar karena nini sudah berusia lebih dari 70 tahun, tapi sekarang banyak kok anak-anak muda yang sudah kena penyakit seperti darah tinggi, stroke, atau kolesterol di usia dini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s