Mudahnya Mendapatkan Visa Turis Australia

Hai, lama tidak update soal hal-hal yang berbau liburan (tanda yang punya blog mulai haus jalan-jalan). Kali ini saya mau share proses untuk mendapatkan Visa Australia. Untuk lengkapnya sebenarnya website kedutaan Aussie sudah menyajikan detail lengkap berbahasa Indonesia (bisa dicek di sini atau sini). Namun untuk mempermudah, saya akan coba membahas secara ringkas untuk visa turis non sponsor. Artinya, tulisan ini mungkin akan membantu jika kalian berniat mencoba apply sendiri visa untuk jalan-jalan ke Australia (selama durasi kurang dari 3 bulan) dengan dukungan biaya dan penginapan individu (bukan nebeng relasi atau mendapat dukungan sponsor dari orang lain). Jadi buat teman-teman yang nanti menanyakan untuk keperluan di luar itu, silahkan cek langsung ke web nya ya. 🙂

Kenapa di judul saya bilang mudah? Karena memang mudah banget! Jauh lebih mudah dari visa Schengen yang waktu itu pernah saya tulis di sini.

Apa saja dokumen yang perlu dipersiapkan?

Jika teman-teman mengurus sendiri visa seperti yang saya lakukan, dokumen yang diperlukan ialah:

  1. Formulir Pendaftaran. Untuk visa turis, masing-masing orang harus mengisi formulir utama (formulir 1419) dan juga formulir tambahan. Formulir Pendaftaran bisa diisi langsung di pdf sebelum di-print atau boleh juga di-print lalu tulis tangan. Kalau kita lihat di dalam form tersebut, di Part M kita bisa lihat Application Check List yang bisa memberi tahu kita dokumen mana saja yang masuk golongan wajib untuk dipenuhi dan mana yang masuk ke additional. Informasi yang harus diisi di dalam form cukup simple dan mudah, tricky thing ada di Part L – payment details. Nanti aku coba bantu bahas di bagian selanjutnya ya.
  2. Fotokopi Paspor. Yang mencakup halaman biodata beserta halaman visa, cap imigrasi, dan paspor lama jika ada.
  3. Pas Foto Terbaru. 1 lembar pas foto terbaru dengan ukuran sama dengan pas foto di passport.
  4. Surat Pernyataan dari Tempat Bekerja. Yaitu surat dari perusahaan yang diharapkan isinya mencakup lama bekerja, gaji, dan lama cuti yang disetujui. Sebenarnya, surat ini masuk ke additional documents yang bukan jadi syarat wajib. Tapi saran saya gak ada salahnya yang additional teteap kita penuhi semua
  5. Bukti Rekening Tabungan. Yaitu print out rekening koran tabungan 3 bulan terakhir.  Ini termasuk ke additional requirement juga loh. Jadi syarat ini tidak wajib, namun lagi-lagi saya akan sarankan untuk tetap kita sediakan demi memperlancar proses disetujuinya visa kita. Oya, beda dengan Eropa, Australia tidak mencantumkan berapa minimal dana yang kita punya untuk menyokong hidup di sana per hari nya. Namun saran saya, sediakan >20 juta untuk satu minggu perjalanan jika mau gampang dapat approval untuk Visa Australia nya.
  6. Fotokopi KTP. Ini syaratnya tidak dicantumkan di website, tapi untuk jaga-jaga kita provide aja 🙂

Namun, Continue reading

Advertisements

The Design Journey – Bagian Kecil di Singapura

Singapura.

Sepertinya negara ini telah menjadi tujuan melancong favorit bagi para warga Indonesia. Bukan, bukan karena Singapura merupakan negara terindah di dunia, melainkan letaknya yang dekat dengan negara kita, banyak budget flight untuk menuju kesana yang bahkan jauh lebih murah dari penerbangan ke tujuan wisata domestik lain. Selain itu kenyataan bahwa memang cukup banyak objek wisata (yang terawat tentunya) dan belanja yang mampu memanjakan mata dan perut (serta menguras isi dompet 😆 ).

Ketika kali ke-4 saya main ke negara tetangga ini, si Saya yang memang gak hobi-hobi banget belanja pun akhirnya mati gaya mau kemana. Bosan dengan tujuan belanja atau sekedar cari makanan enak (btw, saya ngefans banget sama eskrim potong Orchard :9) akhirnya bersama seorang teman kami memutuskan untuk mencoba tempat-tempat yang belum pernah kami datangi sebelumnya. Salah satu tempat yang kita datangi ialah The Design Journey.

The Design Journey merupakan sebuah komplek gallery, toko, museum, maupun cafe yang terletak di daerah Tanjong Pagar. Disini kita bisa seharian berkeliling-keliling untuk menikmati apa yang tercantum dalam slogan mereka: The Design Journey – a comprehensive where to go, what to do guide to good designs and in interesting places in the vicinity. Di dalam komplek TDJ ini ada 18 tempat-tempat menarik yang patut dikunjungi. Di sini saya akan membahas dua tempat yang paling menarik versi saya. 😀

Red Dot Design Museum

IMG_4145

Pertama, saya mampir ke Red Dot Design Museum. Pertama kali dengar, saya kira ini semacam red-light district hahaha.. tapi ternyata bukan. Red Dot Design Museum merupakan museum desain kontemporer terbesar di Asia. Buat saya yang awam seni, masuk sini ya semua terlihat bagus jadinya :lol:. Continue reading

Melihat “Keindahan Lain” dari Pattaya

Awal Maret lalu, saya dan seorang teman kantor dari China berniat impulsif pergi ke Pattaya setelah training kami di Bangkok selesai. Berikut saya share sedikit referensi untuk teman-teman yang ingin melakukan perjalanan sehari ke Pattaya.

Apa yang Menarik di Pattaya?

Surga Belanja dan berbagai Pantai Menawan, merupakan alasan mengapa Thailand menjadi destinasi favorit di ASEAN bagi para pelancong dari seluruh dunia. Selain itu, ada satu hal lagi yang menjadi daya tarik utama: Lady Boy, pria-pria yang menjadikan dirinya cantik sedemikian rupa sehingga sukses membuat para wanita melipir ke pinggir saking mindernya :lol:.

Konon sejak tahun 1970-an, di Thailand para transgender cantik ini mulai menunjukkan kebolehannya di depan umum dalam bentuk cabaret show. Ada dua pertunjukan kabaret yang terkenal di Pattaya: Tiffany Show dan Alcazar Show. Karena penasaran dengan para Lady Boy inilah saya bela-belain “tektok” satu hari dari Bangkok ke Pattaya untuk melihat salah satu cabaret show yang terkenal di sana. Continue reading

Mendapatkan Visa Schengen untuk Jalan-Jalan

Untuk melakukan perjalanan ke negara-negara Eropa, salah satu syarat terpenting tentunya ialah memiliki visa perjalanan. 25 negara yang ada di Eropa saat ini sudah tergabung ke Visa Schengen. Jadi sekali apply, kita bisa pergi ke negara-negara tersebut tanpa harus mengjukan permohonan visa ke masing-masing kedutaan negara yang akan dituju. Untuk informasi lengkap negara mana saja yang tergabung ke Visa Schengen ini dapat dilihat di sini.

Sesuai janji di postingan sebelumnya, berikut saya share langkah-langkah dan tips yang saya lakukan untuk mendapatkan Visa Schengen:

Bagaimana memilih kedutaan tempat mengurus Visa Schengen?

Untuk teman-teman yang akan melakukan perjalanan ke berbagai negara, disarankan untuk mengajukan visa ke kedutaan negara dimana kalian akan stay paling lama atau negara yang menjadi tujuan pertama dari Indonesia. Gosip dengar gosip, Continue reading

Mengenal Sisi Lain si Kota Hujan

Kota Bogor menjadi salah satu tujuan wisata singkat bagi para penduduk ibukota. Letaknya yang terjangkau, sekitar 30-60 menit dari pusat Jakarta, serta kemudahan akses melalui jalan tol jagorawi membuat kota kelahiran saya ini dipadati mobil ber-plat B khususnya saat weekend.

Objek wisata andalan utama apalagi kalau bukan puncak. Bisa dipastikan setiap akhir minggu, macet pasti menu utama bagi pelancong yang ingin menuju kesini. Taman Safari, Kebun Teh Gunung Mas, atau Puncak Pass merupakan beberapa andalan wisata utama di daerah dingin sana. Namun jika mulai Bosan dengan daerah puncak, kita juga orang-orang biasanya memilih untuk berkeliling di sekitar pusat kota. Sebut saja Kebun Raya Bogor, The Jungle Water Park, Katulampa, atau “shopping center” seperti Tajur dan Pajajaran pasti ramai dipadati hampir setiap akhir pekan.

IMG_20121230_130850

Pemandangan setiap weekend di tol Jagorawi: arah datang (kanan) akan mulai berekor sedangkan arah keluar (kiri) kosong melompong

Minggu lalu saya dan partner ingin mencoba mengenal lebih dalam kota kelahiran kami. Mungkin Continue reading

Make Your Gadget as Your Travel Guide

Halo halo 🙂

Jalan-jalan. Hayo siapa yang gak suka jalan-jalan? Mayoritas dari kita suka, bukan? Berkunjung ke tempat baru, melihat objek-objek andalan dan menikmati keindahan alam. Although someone said that traveling is not just about the destination: it’s the about experience and moment together, gak ada salahnya kalau kita bisa mengenal lebih jauh tempat yang kita tuju. Selain terkesan kurang cool, nyasar atau buta tujuan tentunya hanya membuang waktu. Apalagi jika tujuan yang akan kita datangi benar-benar asing dan baru, keberadaan Guide pasti akan sangat membantu.

Namun bagi para budget traveler, menyewa tour guide tentunya menempati posisi bawah dalam skala prioritas. Mungkin lebih asik dan menantang untuk menyusun itinerary sendiri, menjadi pemandu bagi diri kita pribadi, dan tentunya dengan bantuan gadget yang kita miliki.

Sesuai postingan saya tentang Euro trip yang lalu, di sini saya ingin berbagi mengenai aplikasi-aplikasi Ipad yang sangat membantu perjalanan saya waktu itu.

1. CityMaps2Go

It’s a really recommended application! CityMaps2Go menyediakan offline map dengan dilengkapi oleh sistem GPS. Kita bisa mencari tempat tujuan dan mengetahui dimana posisi kita sekarang tanpa perlu terhubung ke internet.

Sadly speaking, aplikasi ini gak gratis. Untuk download aplikasi kita perlu bayar sekitar $1.99. Nah, setelah aplikasi terpasang, baru kita bebas memilih dan mengunduh map tiap kota tanpa dipungut biaya tambahan(pas download harus terkoneksi ke internet dulu ya). Continue reading

Akankah Selalu ada Tempat untuk Sebuah Kenangan?

Reunion [ree-yoon-yuhn]

a gathering of relatives, friends, or associates at regular intervals or after separation.

Juli. Setahun sudah saya resmi menyandang gelar sarjana. Dua belas bulan pun berlalu sejak saya berpisah dengan teman-teman seperjuangan kuliah. Kangen, iya. Rindu, pasti. Apalagi di masa-masa awal berpisah. Orang-orang yang dulu kita temui setiap hari, berbagi canda di satu kampus, bergadang bersama untuk menyelesaikan tugas besar kuliah, kemudian terpisah untuk menempuh babak hidup selanjutnya masing-masing.

Setelah lulus, Alhamdulillah silaturahmi tidak terputus. Kami masih berkomunikasi via grup facebook, merencanakan pergi bersama, atau sekedar berkumpul ketika ada teman lain yang diwisuda. Buat saya pribadi, senang rasanya kalau ada kesempatan untuk berkumpul lagi. Apalagi kalau ada yang main-main dan menginap di tempat saya di Bogor atau cuma sekedar ngajak jalan atau makan selepas jam kantor. 🙂

Beberapa potongan short-reunion yang saya lakukan dengan teman-teman informatika 2007 selepas lulus: Continue reading