Bukan Sang Gajah yang Menentukan

banyak yang bilang, kuliah di kampus favorit dapat membuka kesempatan yang lebih luas. banyak yang bilang, sudah sewajarnya jika mereka mendapat pekerjaan atau karir yang layak setelah lulus, tapi wajar kah jika seorang lulusan institut terbaik bangsa kalah bersaing dengan lulusan universitas lain? menurut saya, ya.

dapat merasakan sekolah di kampus favorit memang suatu kesempatan yang patut disyukuri, sebut saja si kampus gajah ini. begitu banyak peluang terbentang di dalamnya. kamu mau apa? beasiswa? exchange ke luar negeri? kompetisi nasional maupun internasional? fasilitas yang cukup memadai? kegiatan kemahasiswaan? unit penyalur minat dan bakat? seminar dan pelatihan? semua ada. banyak. melimpah. begitu terbuka untuk mereka yang gemar berusaha. bahkan perusahaan-perusahaan besar rela datang ke kandang kita untuk mengenalkan industri mereka, berusaha memikat hati kita, berharap akan potensi yang ada. Lingkungan akademis yang kondusif dan kompetitif, mengajak kita untuk memaksimalkan semua potensi yang ada selama kita masih berstatus mahasiswa.

karena kemudian, setelah akhirnya lulus dan status mahasiswa berganti..

kompetensi lah yang menentukan segalanya. kompetensi yang telah diasah selama bertahun-tahun di kandang kita. kompetensi yang lahir dari setiap bulir keringat yang jatuh, waktu istirahat yang dikorbankan, serta pikiran dan tenaga untuk membantu teman sekitar. kompetensi yang terus diasah bersama setiap langkah kita.

kompetensi itulah yang membuat kita patut bersaing di dunia luas. yang membuat kita berani keluar kandang menunjukkan diri kita. bukan bersembunyi dibalik keagungan nama sang gajah. kompetensi yang kemudian memotivasi kita melakukan yang terbaik.

jangan jadi gajah yang hebat berkuasa di taman hewan, namun akhirnya punah ketika dilepas ke alam bebas..

semangat ah.

Advertisements

Kepingan hidup Juni-Juli

Ketika tahun 2011 telah mencapai tengah periodenya, tercapai juga beberapa milestone kehidupan saya di bulan Juni-Juli ini. Jika orang bilang, time moves so fast, mungkin itu yang memang dirasakan di 2 bulan terakhir ini. semuanya berjalan dengan cepat, mengantarkan saya ke dalam jenjang-jenjang baru kehidupan yang semakin penuh dengan tantangan.

10 Juni 2011, selesai juga akhirnya sidang tugas akhir saya. perasaan lega yang akhirnya dirasakan setelah keluar dari ruang sidang dan dinyatakan lulus bersyarat (walau masih banyak revisinya :p). Ngerjain TA itu berjuta rasanya. 😀 Mulai dari awal memilih pembimbing dan topik TA, merasa hopeless di tengah jalan karena sulitnya literatur penelitian, rasa malas yang Continue reading

Secuplik Pengantar dan Terima Kasih

Secuplik kata pengantar dalam tugas akhir saya.. 🙂

Puji syukur penulis sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir dengan judul “Studi dan Pengembangan Sistem dengan Perspektif PSS (Product-Service System). Tugas akhir ini disusun sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan selama pengerjaan tugas akhir ini. Ucapan terima kasih khusus penulis sampaikan kepada: Continue reading

satu empat lima kredit

jamannya saya suka bolos kuliah adalah jamannya tingkat dua..

jamannya saya jarang dengerin dosen ngajar waktu di kelas adalah jamannya tingkat dua..

dan hasilnya jamannya IP saya di bawah target adalah jamannya tingkat dua..

namun untungnya semua terjadi ketika masih di tingkat dua, masih tersedia cukup banyak waktu untuk berubah, masih banyak kejadian-kejadian yang membuat saya dapat belajar bahwa yang saya lakukan selama itu memang salah.

Beruntung ketika mendapat kesempatan ngobrol-ngobrol dengan bu putri saat mempersiapkan sparta, walau seharusnya saat itu yang dibahas mengenai kaderisasi, tapi Continue reading

Passion shows the way

Life has its own paths, these paths bring us to our own destiny.. but first of all, all we  have to do is just searching for what are exactly needed to fulfill our life.. that’s called Passion.

sedikit cerita yang akhirnya membuat saya lebih mengerti kenapa passion memang harus kita cari..

bulan lalu, saya mencoba-coba melamar di dua perusahaan. dua-duanya diawali rasa ketertarikan yang berbeda. perusahaan pertama bergerak di bidang IT, sedangkan yang satu lagi di bidang perbankan.

Di perusahaan pertama, ketertarikan muncul dari iseng belaka. awal tes tertulis saya ikut tanpa modal apa-apa. gak taunya bisa lolos ke tahap wawancara pertama. nah pas nunggu giliran wawancara, tiba-tiba saya disamperin mas-mas yang ternyata bekerja sebagai supir di perusahaan tersebut. Dia cerita bahwa dia merasa nyaman bekerja disana, bahkan dia yang seorang supir pun merasa sangat diperhatikan kesejahteraannya. Percakapan pun diakhiri dengan ucapan semangat dari dia dan saya pun masuk ke ruang wawancara. menarik. Continue reading

Selamat Datang, Tingkat Empat

Selamat datang di tingkat empat. semoga menjadi tingkat terakhir perjuangan di ITB. tahun dimana saya harus membuktikan bahwa 4 tahun di sini tidak sia-sia.

semester ini saya ambil 16 sks saja. karena ada yang harus saya lakukan selain perkuliahan. semoga 9 sks di semester depan tidak menghambat pengerjaan TA. ya memang tidak akan pernah ada suatu kuliah yang menghambat kuliah lain. satu-satunya penghambat adalah kemalasan saya sendiri.

apa yang ingin saya lakukan setelah itu? abstrak. begitu apalagi jika ditanya mana yang benar-benar sesuai dengan passion saya? jawabannya satu. belum tahu! 😦 tapi saya akan terus mencoba mencari tahu.mencoba. memang itu kuncinya.

suatu momen bersama asisten lab RPL weekend yang lalu mempertemukanku kepada alumni yang sudah sadar akan passionnya.kagum! dan di situ membuat saya benar-benar harus berpikir ulang.

yang saya tahu, saya ingin menjadi orang yang berguna buat orang lain. saya senang melihat orang lain terbantu dengan kehadiran saya. saya senang berbagi kebahagiaan sama mereka.

Continue reading