Au revoir!

Sudah 1 tahun 8 bulan sejak saya lulus dari kampus gajah itu. 20 bulan juga lamanya waktu yang telah saya jalani di perusahaan tempat saya bekerja sekarang. Ruang dinamis baru, tempat belajar, berkontribusi, dan (mungkin) memberi manfaat untuk orang lain.

Tapi ibarat orang putus cinta, dua puluh bulan mungkin belum cukup untuk membuat berpaling. seindah apa pun dunia yang dijalani dengan pasangan yang baru, pasti ada sedikit perasaan ingin kembali, selalu ada kenangan yang terlintas dan ingin dijalani lagi.

Itu mungkin yang masih saya rasakan ke kota yang satu ini, padatnya aktivitas kantor kadang malah membuat selalu dan selalu ingin berkunjung lagi. Kalau penat, bayang-bayang warung tenda bebek boromeus, kumpul di ngopi doeloe, kulineran di daerah progo, ngobrol ngasal di roemah kopi, atau cuma ngalor ngidul di selasar labtek pasti jadi sesuatu yang saya kangeni.

Bersyukur pernah dikasih kesempatan untuk menetap di kota ini. Kota yang membuat saya harus negosiasi alot dengan orang tua karena mereka ingin saya ambil kedokteran UI. Kota yang segala keasikannya pernah membuat saya dan sang partner putus-nyambung berkali-kali, kota yang memiliki kampus yang katanya bernama besar namun berukuran mini, kota yang isinya penuh dengan orang-orang ramah, dan kota yang membuat saya bertemu dengan berbagai macam sahabat baru.

Bandung, tunggu ya.. saya akan balik buat nepatin janji dan mengukir mimpi. 🙂

Taken from irawanrentacar.blogspot.com

Taken from irawanrentacar.blogspot.com

The awesomeness of October

Bulan Oktober yang terasa sangaaaaat cepat. banyak event, banyak hal yang terjadi, dan banyak hal yang harus dilakukan selama bulan Oktober ini..  dimulai dari akhir September ke Bandung untuk acara

“Company Goes To Campus”

diundang oleh divisi Ekstrakampus HMIF ITB, gw nemenin Vivi dan Mas Ivan dari IBM untuk berdiskusi bersama dengan sekitar 40 orang mahasiswa tentang kehidupan pasca dunia kampus. Perasaan yang sesuatu banget ketika kembali ke kampus dengan role yang berbeda. Berasa tua. Dulu mungkin sering jadi banci tampil di acara-acara jurusan, tapi kemarin pertama kalinya sharing pengalaman-bocah-ingusan di dunia korporat.

company goes to campus with IBM

Setelah acara sempat ketemu dengan teman-teman yang masih di Bandung. merayakan yang pada abis sidang, dan melakukan lagi ritual ala mahasiswa galau: makan dan ngobrol sampe tengah malem, disambung nonton midnight show: Final Destination 5. 😀 Continue reading

Kepingan hidup Juni-Juli

Ketika tahun 2011 telah mencapai tengah periodenya, tercapai juga beberapa milestone kehidupan saya di bulan Juni-Juli ini. Jika orang bilang, time moves so fast, mungkin itu yang memang dirasakan di 2 bulan terakhir ini. semuanya berjalan dengan cepat, mengantarkan saya ke dalam jenjang-jenjang baru kehidupan yang semakin penuh dengan tantangan.

10 Juni 2011, selesai juga akhirnya sidang tugas akhir saya. perasaan lega yang akhirnya dirasakan setelah keluar dari ruang sidang dan dinyatakan lulus bersyarat (walau masih banyak revisinya :p). Ngerjain TA itu berjuta rasanya. 😀 Mulai dari awal memilih pembimbing dan topik TA, merasa hopeless di tengah jalan karena sulitnya literatur penelitian, rasa malas yang Continue reading

Passion shows the way

Life has its own paths, these paths bring us to our own destiny.. but first of all, all we  have to do is just searching for what are exactly needed to fulfill our life.. that’s called Passion.

sedikit cerita yang akhirnya membuat saya lebih mengerti kenapa passion memang harus kita cari..

bulan lalu, saya mencoba-coba melamar di dua perusahaan. dua-duanya diawali rasa ketertarikan yang berbeda. perusahaan pertama bergerak di bidang IT, sedangkan yang satu lagi di bidang perbankan.

Di perusahaan pertama, ketertarikan muncul dari iseng belaka. awal tes tertulis saya ikut tanpa modal apa-apa. gak taunya bisa lolos ke tahap wawancara pertama. nah pas nunggu giliran wawancara, tiba-tiba saya disamperin mas-mas yang ternyata bekerja sebagai supir di perusahaan tersebut. Dia cerita bahwa dia merasa nyaman bekerja disana, bahkan dia yang seorang supir pun merasa sangat diperhatikan kesejahteraannya. Percakapan pun diakhiri dengan ucapan semangat dari dia dan saya pun masuk ke ruang wawancara. menarik. Continue reading