Bukan Sang Gajah yang Menentukan

banyak yang bilang, kuliah di kampus favorit dapat membuka kesempatan yang lebih luas. banyak yang bilang, sudah sewajarnya jika mereka mendapat pekerjaan atau karir yang layak setelah lulus, tapi wajar kah jika seorang lulusan institut terbaik bangsa kalah bersaing dengan lulusan universitas lain? menurut saya, ya.

dapat merasakan sekolah di kampus favorit memang suatu kesempatan yang patut disyukuri, sebut saja si kampus gajah ini. begitu banyak peluang terbentang di dalamnya. kamu mau apa? beasiswa? exchange ke luar negeri? kompetisi nasional maupun internasional? fasilitas yang cukup memadai? kegiatan kemahasiswaan? unit penyalur minat dan bakat? seminar dan pelatihan? semua ada. banyak. melimpah. begitu terbuka untuk mereka yang gemar berusaha. bahkan perusahaan-perusahaan besar rela datang ke kandang kita untuk mengenalkan industri mereka, berusaha memikat hati kita, berharap akan potensi yang ada. Lingkungan akademis yang kondusif dan kompetitif, mengajak kita untuk memaksimalkan semua potensi yang ada selama kita masih berstatus mahasiswa.

karena kemudian, setelah akhirnya lulus dan status mahasiswa berganti..

kompetensi lah yang menentukan segalanya. kompetensi yang telah diasah selama bertahun-tahun di kandang kita. kompetensi yang lahir dari setiap bulir keringat yang jatuh, waktu istirahat yang dikorbankan, serta pikiran dan tenaga untuk membantu teman sekitar. kompetensi yang terus diasah bersama setiap langkah kita.

kompetensi itulah yang membuat kita patut bersaing di dunia luas. yang membuat kita berani keluar kandang menunjukkan diri kita. bukan bersembunyi dibalik keagungan nama sang gajah. kompetensi yang kemudian memotivasi kita melakukan yang terbaik.

jangan jadi gajah yang hebat berkuasa di taman hewan, namun akhirnya punah ketika dilepas ke alam bebas..

semangat ah.

Advertisements

10 thoughts on “Bukan Sang Gajah yang Menentukan

  1. Semangatttt!!

    Banyak lulusan universitas negeri bergengsi yg nggak berdaya dalam menghadapi ketatnya persaingan dunia kerja. Akibatnya, mereka menganggur, atau sekadar bekerja di sektor-sektor yg berada di bawah kelas sarjana. Sebabnya apa lagi kalau bukan kompetensi….

    Yuk, semangat terus untuk mengasah kemampuan yg kita punya!

    Salam 🙂

    • iya.. padahal tantangan besarnya justru ketika sudah selesai masa studi, berat membawa namanya, tapi malah kadang membuat besar kepala..

      makasih ya udah mampir..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s