Passion shows the way

Life has its own paths, these paths bring us to our own destiny.. but first of all, all we  have to do is just searching for what are exactly needed to fulfill our life.. that’s called Passion.

sedikit cerita yang akhirnya membuat saya lebih mengerti kenapa passion memang harus kita cari..

bulan lalu, saya mencoba-coba melamar di dua perusahaan. dua-duanya diawali rasa ketertarikan yang berbeda. perusahaan pertama bergerak di bidang IT, sedangkan yang satu lagi di bidang perbankan.

Di perusahaan pertama, ketertarikan muncul dari iseng belaka. awal tes tertulis saya ikut tanpa modal apa-apa. gak taunya bisa lolos ke tahap wawancara pertama. nah pas nunggu giliran wawancara, tiba-tiba saya disamperin mas-mas yang ternyata bekerja sebagai supir di perusahaan tersebut. Dia cerita bahwa dia merasa nyaman bekerja disana, bahkan dia yang seorang supir pun merasa sangat diperhatikan kesejahteraannya. Percakapan pun diakhiri dengan ucapan semangat dari dia dan saya pun masuk ke ruang wawancara. menarik.

Saat dipanggil ke tahap selanjutnya, saya mulai lebih mempersiapkan dengan mencari lebih banyak informasi mengenai perusahaan. dan wow.. banyak sekali nilai-nilai perusahaan yang menarik dan membuat saya ingin belajar banyak disana. somehow i just believe that company can help me improve my skill then give my best shot to contribute to others.

Di perusahaan yang kedua, ketertarikan sebenernya muncul hanya karena program beasiswa belajar bisnis di Australia selama 6 bulan (ketauan banget pengen jalan-jalan gratis :p). Tapi entah kenapa, setelah tau bahwa setelah itu kita harus bekerja selama 2 tahun dibidang perbankan, antusiasme saya tidak muncul. bahkan sempat berpikir untuk tidak datang wawancaranya, tapi akhirnya saya berpikir untuk dicoba saja.

Di setiap wawancara, i was just be myself. that’s all. saya sama-sama menjelaskan bagaimana karakter saya, apa saja aktivitas saya selama ini, dan rencana-rencana ke depan saya. tapi satu yang saya rasa berbeda: antusiasme. ketertarikan. passion. ketika saya menyukai suasana di tempat pertama, ketika saya menyadari value mereka sejalan dengan value diri saya, dan ketika saya sendiri bisa membayangkan bagaimana kapabilitas saya bisa membantu saya untuk berkontribusi maksimal di bidang itu nantinya, semua tercurah di setiap jawaban yang saya kemukakan.saya antusias.

Namun lain halnya di kasus kedua, saya cukup bingung ketika dihadapkan pada pertanyan:”kamu gak masalah kalo kerja di bank? seberapa besar ketertarikan kamu disini?”. pertanyaan itu hanya bisa saya jawab dengan jawaban-jawaban kosong. fake. saya mencoba untuk antusias namun nol besar.

dan akhirnya jelas: my passion works well on the first company, but not on the second one..

so, it just goes like this: find our passion, ensure our self that those things are what we really want, we really need, and really suitable with our life-values.

Your passion-seed is in your heart, cultivate it with the character and hard work, then let it just grow into an enthusiasm-flower which always can be expressed by your smile:D

Advertisements

11 thoughts on “Passion shows the way

  1. pencarian passion ituu~: selalu butuh keberanian untuk ambil keputusan, dan tentunya perlu pengorbanan juga pertaruhan. ngomong gampang ya haha, saya sendiri masih dalam usaha pencarian. anyway, good luck on your journey 😀

  2. Biasa itu de,,,masa-masa galau mau lulus kuliah…gw butuh 2-3 bulan sampe ketemu apa yang mau gw lakukan dengan hidup gw. Dan yang paling penting,saran dari petinggi Bank BUMN terbesar di Indonesia waktu gw diwawancara…jalan apapun yang kamu pilih, kalau udah dipilih, jangan pernah lihat ke belakang lagi.

    Kalo pait2xnya kan bisa ngelamar jadi HR di salah satu perusahaan pengembang mobile application di Indonesia

    • iya ja.. insya Allah mau komit dulu jalanin di yang pertama, alhamdulillah hasil akhirnya udah keluar 😀
      nanti kalo ternyata gak betah ya gw berdoa semoga lowongan jadi HR di salah satu perusahaan pengembangan mobile application di Indonesia itu masih buka 😀 D

      hmm…
      “apapun yang kamu pilih, kalau udah dipilih jangan pernah lihat ke belakang lagi”
      nice 😀

  3. Dan yang paling penting,saran dari petinggi Bank BUMN terbesar di Indonesia waktu gw diwawancara…jalan apapun yang kamu pilih, kalau udah dipilih, jangan pernah lihat ke belakang lagi.

  4. Hai hai.. long time tidak mampir ke sini ^^
    Jadi, berhasil masuk ke perusahaan nomor satu itu kah? Alhamdulillah dong.
    Di umur sekian ini dan di perusahaan sekian ini juga, aku masih belum tahu soal si passion ini. Bahkan sebulan lalu sempet ngerasa gerah banget kerja di kantor yang sekarang, tapi sekarang malah bisa lebih enjoy. Ga tau ya kenapa? Padahal beberapa value mereka tidak begitu sejalan amat dengan punya saya. Mungkin karena saya juga belajar untuk menerimanya semampu saya?
    Oh well, sukses ya neng.
    Aku suka banget dengan “jalan apapun yang kamu pilih, kalau udah dipilih, jangan pernah lihat ke belakang lagi”. Makasih lho 🙂

    • hehe iya aku juga uah lama ga mampir.. 🙂
      iya sekarang udah 4bulan di perusahaan itu.. sejauh ini sih betah.. betah banget..
      mm.. mentor ku di kantor pernah bilang, kalo kadang dalam mencapai apa yang kita mau, dalam melakukan apa yang jadi passion kita, ada hal-hal yang perlu kita lakukan. perlu kita lakukan walau sebenernya kita gak suka. tapi kita tau itu perlu 🙂
      mungkin ya itu, saat-saat kita lagi gak nyaman, saat-saat kita ngerasa capek, itu tandanya lagi bikin progress.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s