Itu.. Pilihan kah?

halooo…. duh produktivitas menulis semakin menurun akhir-akhir ini karena ada hal lain yang harus ditulis :p. tapi tiba-tiba kepikiran pengen menulis ini, karena semalam chat dengan seorang teman dan akhirnya ingat lagi akan kejadian yang saya alami beberapa waktu yang lalu.

Teman ini merupakan teman dari negara lain hasil berkenalan pada suatu event, di event tersebut berkumpul beberapa orang yang berasal dari Indonesia dan negara lain. Mayoritas wanita Indonesia yang disana secara kebetulan mengenakan jilbab. Kemudian terjadilah suatu perbincangan:

teman: di Indonesia, budayanya semua wanita harus pakai itu ya? sambil menunjuk ke jilbab saya*
saya: bukan, ini bukan budaya dari Indonesia, tapi ini perintah dari agama saya, Islam. wanita yang sudah dewasa harus menutupi auratnya.
teman: oh, jadi dia bukan Islam? *di menunjuk ke teman wanita saya yang sama-sama dari Indonesia namun belum mengenakan jilbab*
saya: dia Islam juga, tapi belum pakai aja.
teman: kenapa?
saya: mmm..itu pilihan masing-masing.
teman: oh.. jadi bebas ya kita mau pakai atau enggak?  kenapa kamu memilih untuk pakai?
saya: eh, itu bukan pilihan sih, tapi gimana ya.. *mulai bingung sendiri*

sang teman seperti melihat kebingungan saya akhirnya memutuskan untuk mengganti topik pembicaraan.

saya memang belum menjadi seorang muslimah yang baik, hijab yang saya gunakan juga masih jauh dari syar’i. perilaku mungkin masih banyak yang kurang terpuji walau sedikit-sedikit berusaha membenahi diri.

Jadi sebenernya, gimana sih seharusnya kita menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti tadi?

Advertisements

10 thoughts on “Itu.. Pilihan kah?

  1. beberapa kali juga pernah dihadapkan dengan pertanyaan seperti ini.. dulu sih aku jawab, itu memang diperintahkan dalam Islam.. seperti halnya sikap manusia terhadap suatu peraturan, ada yang mematuhi dan ada yang tidak mematuhi.. jadi tergantung orangnya.. yang jelas aturannya seperti itu..

    tapi jawaban kayak gini asa ga enak juga dilontarkan kalau kita bersama teman yang tidak pakai jilbab..

    jadi intinya, aku juga masih bingung jawaban yang baik itu kayak apa. apalagi menjelaskan kepada orang yang sama sekali ga kenal agama >.<

  2. Jawabannya sih simpel. “Kenapa kamu milih untuk memakai?”
    Jawab aja:

    Sebenarnya ini bukan pilihan. Ini kewajiban bagi muslim dan muslimah. Aurat kita memang beda, tapi kita semua punya kewajiban untuk menutupinya.

    Intinya, katakan aja “saya ingin menutupi aurat saya.”

    Eh tapi dia ngerti gak ya kalo disebut “aurat”? 😀

    • hehe iya juga sih.. waktu itu aku mendeskripsikan aurat ke teman yang lain, terus dia bilang “wah, gerah banget ya. saya pasti gak tahan”
      =))

  3. Waktu aku cerita itu ke Bapakku, jawaban Bapak sama kayak Kak Asop diatas, “karena itu kewajiban.”
    Ada ayatnya tapi aku lupa ayat berapa surat apa 😦

    Ini memang pilihan kita untuk memenuhi kewajiban atau tidak 🙂
    Bahkan kadang gue jg sering berkaca Dhe, kelakuan kayak gini selaras sama jilbab yang digunakan ga yaa? hehe 😀 Masih banyak2 belajar juga

    • iya bhel… dulu sebelum gw pake jilbab, gw pernah ditanya kenapa belum pake dan gw jawab “mau benerin kelakuan dulu” terus lama-lama gw juga mikir..
      kelakukan gw gak akan pernah bener kalo belum ada yang trigernya kayaknya, dan sebenernya memperbaiki sikap kita itu yang sebenernya pilihan, sedangkan ini mutlak kewajiban yang gak bisa ditawar..
      yaudah deh, jadi mulai pake dulu baru dikit-dikit perbaikin… hihi..

  4. Ini kewajiban bagi muslim dan muslimah. Aurat kita memang beda, tapi kita semua punya kewajiban untuk menutupinya.

    Intinya, katakan aja “saya ingin menutupi aurat saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s