Dia Pacar Saya, Bukan Buntut Saya

Kadang Bosan. Bosan ditanya kenapa gak pernah terlihat berdua.

Memang untuk apa selalu berdua?
Kalo umur suatu hubungan hanya seumur jagung saja?
Toh pasangan-pasangan yg saya lihat sering bermesraan, tetap tidak dapat mempertahankan hubungannya..

Karena yg saya butuhkan adalah pribadi dia, bukan perilaku tak sopan dia dengan mengajak saya bermesraan di depan publik.
Saya cinta segala pemikiran dan semangat dia, bukan konsepnya kalau pacar adalah buntut yg mengekor kita kemana-mana.

Hubungan kami bergerak dengan variabel hati. Bukan uang. Bukan waktu. Bukan intensitas bertemu.

Dalam satu rumah, tidak perlu mengenakan bakiak kemana-mana hanya demi setiap langkah selalu bersama bukan?
๐Ÿ™‚

Oya, Sudah puasa kelima bersamanya, dan seperti tahun2 sebelumnya, kami selalu berdoa untuk diberi waktu menjalankan setiap puasa kedepannya bersama.
Jodoh ada di tangan Tuhan, tapi Tuhan mengajarkan kita untuk selalu berusaha. Kalo tidak, kapan dikasih ke kita? Nanti terus-terusan di tangan Tuhan :p

ps : selamat hari merdeka Indonesiaku! maafkan saya, sudah belum memberi apa-apa untukmu, saat kamu ulang tahun juga posting nya bukan untuk merayakanmu! i haven’t done much yet, but i will! surely, i will..

Advertisements

25 thoughts on “Dia Pacar Saya, Bukan Buntut Saya

    • huahaha… gawul donk guweee…
      hehe bukan kok rom, ini ceritanya bukan nanya kayak lo kemaren, tapi nanya yang bener2 ngeledek geeeto lowh..haha..

      sama lo mah gw santai kok, kan bisa balas dendam kalo di lab >:)
      haha..

  1. suka kata-kata ini:
    Jodoh ada di tangan Tuhan, tapi Tuhan mengajarkan kita untuk selalu berusaha. Kalo tidak, kapan dikasih ke kita? Nanti terus-terusan di tangan Tuhan :p

    salam kenal dhea :p

  2. ahahaa… aku juga bosen ditanyain terus ga pernah berdua *tapi bedanya aku memang bener2 ga punya pasangan (doh) *

    Semoga perjalanan cintanya sukses ya ๐Ÿ˜€ Pastilah selama dalam perjalanan banyak menemui ‘musuh (yang nyata)’, yang sepanjang zaman ga bakal berhenti mencoba menodai cinta suci yang dah dianugerahkan kpd manusia. *sok2an bijak :D* Semoga selalu dimenangkan untuk melawan musuh yang nyata. amiin ๐Ÿ™‚

    • Amin kak.. Hehe makasih ya..
      Emang ga pernah ada jaminan, toh udah jodoh udah ada yg ngatur ya.. Kita cm usaha aja.

      (doh) itu mah kak ghifar yg ga aware kali, kayaknya yg ngantri banyak deh kak.haha.. Atau coba cari diantara mahasiswa bapak saja, pak dosen! ๐Ÿ˜€

    • Makanya Ghifar cari pendamping hidup. Banyak angkatan kita yang sudah menikah (walaupun saya sendiri belum).

      Kalau belum menikah memang bagusnya sih ada jarak (batasan berinteraksi) dengan calon pendamping hidup untuk menjaga diri. Saya sepakat dengan Ijah bahwa yang kita butuhkan “bukan perilaku tak sopan dia dengan mengajak saya bermesraan di depan publik”. Marshanda aja enggan bersentuhan dengan pujaan hatinya. Jangankan berpelukan mesra, bergandengan tangan pun tak mau.
      Kamu tahu sekarang Marshanda memakai kerudung? Ingin tahu latar belakangnya? Silakan baca blogku.

  3. Iyalah, pacaran ga selalu harus berdua. Bahkan suami istri pun membutuhkan ruang tersendiri dalam hidupnya. Emangnya si pacar ga punya kegiatan lain selain ngintilin kita ya? hihihihihi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s