Tags
Sudah beberapa kali dalam 3 bulan terakhir ini saya dihubungi oleh nomor tak dikenal. Mereka mengaku dari merchant X (namanya bahkan sulit untuk diingat) yang bekerja sama dengan bank Y untuk memberikan privilege khusus bagi para pengguna kartu kreditnya.

Saat pertama kali dihubungi, mereka mengucapkan terima kasih telah menjadi pengguna kartu kredit dan mengatakan bahwa saya terpilih untuk mendapatkan kartu tambahan. Kertu tambahan tersebut, nantinya bisa saya gunakan sebagai kartu diskon di berbagai tempat makan, hotel, bahkan untuk membeli tiket perjalanan.
Awalnya saya masih percaya karena penelepon dengan fasih menyebutkan identitas saya beserta jenis kartu kredit yang saya gunakan. Namun kecurigaan mulai muncul ketika mereka mengatakan bahwa saya hanya perlu membayar Rp 1.9 juta sekali dan kartu tersebut dapat saya gunakan seumur hidup. Kecurigaan bertambah ketika pembicaraan mulai seperti berikut:
saya: “tapi kok saya gak dikasih tau sama pihak Bank Y ya pada saat saya daftar kalau bakal ada kartu tambahan?”
CS : “iya bu, ini memang program terpisah dari merchant, karena kartu ini bisa dipakai dimana pun yang ada logo Visa nya” (maksud loo?)
saya: “saya tapi gak pernah dikasih tau harus bayar. apalagi ampe jutaan gitu buat kartu tambahan” (yang ikhlas dong mbak, gratisin aja napa…:p )
CS: “iya tapi ini kan bisa dicicil terserah ibu, mau tiap bulan cuma bayar 100rb juga gak apa-apa. kami kasih bunga 0%” (dicicil juga tetep pake duit oy, kalo pake upil sih boleh)
saya: “tapi kalau saya gak mau gimana?” (mulai nyebelin)
CS: “gak bisa bu. sekarang kami hanya ingin konfirmasi saja, ibu mau kartunya dikirimkan kemana, nanti kurir kami langsung mengantarkan ke ibu” (gak mau kalah nyebelin, nada bicara mulai kesal)
saya: “saya bisa dapat link perusahaan atau proggramnya mbak? saya mau tahu lebih jauh” (sense of geek mode: on)
CS: “tidak ada bu, karena ini program eksklusif untuk orang-orang yang kami hubungi saja” (berasa artis deh gw)
Semakin curiga. akhirnya saya iya-kan dengan membuat janji bahwa kurir bisa bertemu saya di kantor jam 5.
Segera setelah telpon ditutup, saya telpon ke hotline Bank Y untuk meminta informasi mengenai hal ini. Namun pihak bank hanya mengatakan bahwa “kami tidak mengeluarkan kartu tambahan apapun”. Gak puas dengan jawaban itu akhirnya saya googling dan menemukan blog dengan cerita serupa. and yes. as expected: penipuan. Ternyata nanti kurir memang beneran bakal datang dengan membawa paket kartu dan kadang hadiah tambahan handphone murahan. Kita kemudian diminta untuk mengisikan data termasuk data kartu kredit untuk kemudian dia charge sesuai dengan jumlah yang disebutkan. dan kartu pun tidak bisa dipakai.
Akhirnya saya telpon balik nomor itu:
Saya: “Halo mbak, ini saya Dellyna yang tadi janjian jam 5″
CS: “oh iya, gimana mbak. Kurir kami sedang bersiap datang kesana..”
Saya: “gak usah repot-repot mbak, saya masih newbie sih diurusan ginian, tapi gak sebego itu juga buat gak curiga kalo ini penipuan”
CS: “oh gitu ya..”
tuut tuut.. telpon langsung ditutup.
Fyuh. Alhamdulillah masih dikasih selamat. Namun dalam diri tetap dongkol sih, ternyata data-data yang harusnya cuma saya dan bank yang tau sudah menjadi korban jual-beli data.
Hati-hati ya teman-teman. kalau dihubungi dengan nomor yang gak dikenal jangan sekalipun membeberkan data-data kita, apalagi data-data yang ada di kartu kreditnya.


