jamannya saya suka bolos kuliah adalah jamannya tingkat dua..
jamannya saya jarang dengerin dosen ngajar waktu di kelas adalah jamannya tingkat dua..
dan hasilnya jamannya IP saya di bawah target adalah jamannya tingkat dua..
namun untungnya semua terjadi ketika masih di tingkat dua, masih tersedia cukup banyak waktu untuk berubah, masih banyak kejadian-kejadian yang membuat saya dapat belajar bahwa yang saya lakukan selama itu memang salah.
Beruntung ketika mendapat kesempatan ngobrol-ngobrol dengan bu putri saat mempersiapkan sparta, walau seharusnya saat itu yang dibahas mengenai kaderisasi, tapi obrolan kemudian berkembang ke pandangan sang ibu kaprodi bahwa mahasiswa saat ini mulai kehilangan hakekat dari proses belajar. Saya seperti diingatkan bahwa seharusnya belajar di kelas bukan hanya sekedar DATANG, tapi juga HADIR. Harusnya saya hadir dengan seluruh upaya bahwa saat-saat di kelas adalah saat yang saya dedikasikan untuk mempersilahkan ilmu (setidaknya) untuk mampir di kepala saya, atau setidaknya, saat dimana saya seharusnya menghargai dosen yang sudah bersedia mengajarkan ilmunya di depan kelas. dengan mencoba untuk memberi perhatian kepadanya. Terlepas dari bagaimana cara dia mengajar, yang kadang membuat ngantuk atau mengajar dengan gaya menyebalkan, tapi itikad beliau untuk mau membagi ilmunya, untuk mau mencoba mengajarkan sesuatu kepada mahasiswanya, perlu dihargai. semua orang berhak untuk dihargai.
Beruntung lain adalah ketika mendapat kesempatan terlibat kasus nilai oleh Bapak Benhard. waktu itu beberapa orang dipanggil setelah UAS untuk mengikuti ujian lisan. dari 1 kelas, cuma 7 orang yang dipanggil, satu per satu masuk ke ruangan beliau untuk mendiskusikan jawaban UAS. dan ketika giliran saya, obrolan kemudian berkembang ke arah yang lain lagi. Saya yang cukup sedih karena berada di posisi tersebut akhirnya mengungkapkan kekecewaan saya terhadap diri sendiri di depan beliau, dan akhirnya beliau menceritakan satu kekhawatiran beliau yang akhirnya membuat saya kembali tersadar. “Mahasiswa sekarang cuma belajar untuk ujian, mereka belajar hanya untuk mengejar nilai, abis itu? blaaas! ilmunya gak ada.. nol besar”. deg. bener juga, kalo selama ini saya gak pernah dengerin dosen ngajar, belajar cuma sistem kebut semalam, mau dapat apa?
walau akhirnya saya tetap tidak belajar setiap hari (itu amat sulit dilakukan, ya kan?:p), tapi prinsip “belajar bukan untuk ujian saja” akhirnya saya coba terapkan sedikit-sedikit, cara paling mudahnya? dengerin dosen di kelas. Emang gak semua dosen bisa dimengerti ketika menjelaskan, tapi balik lagi ke konsep saling menghargai. hargai mereka seperti kita ingin dihargai, saya gak mau juga kalo nanti jadi dosen, anak-anak didik saya kerjaannya main laptop atau tidur di kelas. hehe..
Mungkin setiap orang punya cara belajar yang berbeda. ada kok orang-orang yang jarang masuk kelas, jarang dengerin dosen, tapi nilainya tetap bagus-bagus aja. semua orang punya caranya masing-masing. dan ternyata inilah cara yang cocok untuk saya, prinsip saling menghargai ini akhirnya sedikit-sedikit mampu mengembalikan kepingan-kepingan proses yang hilang. kadang timbul kekhawatiran “gw udah capek-capek ikutan kelas atau nyatet, kalo nanti dapetnya gak sesuai gimana ya..” tapi alhamdulillah selama ini tidak terjadi…
..karena kita harus tetap percaya kalo Tuhan Maha Adil dan Maha Mengetahui yang terbaik untuk HambaNya..
Dan hari ini, seluruh nilai (kecuali Tugas Akhir 2, yang masih T karena belum sidang) sudah keluar. terima kasih kepada ibu/bapak dosen untuk 4 tahun ini
senang rasanya bisa mendapat kesempatan untuk tidak hanya belajar hal-hal yang bersifat material, namun juga moral.. semoga apa yang didapat selama ini bisa dimanfaatkan lagi untuk orang lain nantinya. untuk menjadi seorang dosen yang tidak kalah hebatnya

moga sukses ya sidangnya, dan moga saya bisa segera menyusul
amin.. makasih ya maru…
iya semangat juga ya maruu…
efek2x orang mau lulus, adalah nostalgia masa kuliah
hihi.. amin jaa (mau lulus)
ini efek abis buka ol.akademik juga.. hehe..
keren, mau jadi dosen apa kak del? penerus ibu yani ?
maunya dosen di bidang IT juga ul.. hehehe…
gimana KP?
selamat yaa!
bener ya.. harus Hadir, bukan cuma Datang..
Dicatet! Mau jadi dosen…
waa.. malu dibaca ibu >.<
insya Allah bu kalau jalannya dilancarkan untuk lanjut ke S2, dan juga untuk besok
(jantung berdegup)
kalo ntar udah jadi S.T. (dan M.T., amiiin) tetep jangan lupain adek2 tingkat yang imut-imut ini ya kak, hehehe…
amiiin… iya atuh hendra.. hehe.. (tapi imut? hmmm..)
hahaha…
semoga sukses KP nya
Mbak, pengalamannya saya ke share kepada mahasiswa saya di sini ya….
silahkan mbak.. terima kasih..
wah sudah jadi dosen ya
Pingback: Kepingan hidup Juni-Juli « world of word
. Wew keren juga infonya ..
. makasih sudah mau berbagi infonya
sama-sama
makasih yah udah mampir…